Mitigasi Panas dan Optimisasi Performa Thinkpad T480s

Sumber postingan mas Robby Zidny Ilman dari grup facebook Thinkpad Indonesia: https://www.facebook.com/groups/thinkpad.id/posts/2099285320261543/


Kali ini saya akan membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimisasi Thinkpad yang menggunakan processor Intel 8th Gen, ini merupakan intel ULV pertama yang menggunakan konfigurasi 4c/8t, yang dimana peningkatan performa dari generasi sebelumnya sangat signifikan. Tapi di sisi lain, panas yang dihasilkan dan daya yang dipakai juga lebih besar, bahkan bisa 2x lipat dibanding generasi sebelum nya yang masih menggunakan 2c/4t.

Guide ini bisa diterapkan di semua laptop, tapi dikhususkan untuk T480s, X380, X390, X1 Carbon G6/G7, yang kerap saya temui memiliki surface temp yang terpaut tinggi dibanding model lainnya, yang mungkin mengganggu kenyamanan pengguna.

Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, dan berikut beberapa yang saya lakukan:

1. Undervolt CPU & GPU

Sesuai namanya, Undervolting merupakan kegiatan menurunkan tegangan operasional suatu komponen untuk berjalan dibawah standar pabrik nya, dengan tujuan mendapatkan penggunaan daya/emisi suhu yang lebih rendah, tetapi dengan performa yang sama. Perlu diingat, pencapaian titik terendah undervolting bergantung kepada kondisi hardware masing-masing, meskipun anda menggunaakan processor yang sama seperti saya (t480s, i5 8350U), belum tentu hasilnya sama. Bisa lebih rendah, atau bahkan lebih tinggi.

Untuk undervolting ini, saya menggunakan aplikasi Throttlestop, dengan CPU core offset di -101.6mv, dan GPU core offset di -90.8mv (FIVR)
Disini saya juga memodifikasi Power Limit nya, untuk PL1 (sustained load) di 28W, dan PL2 (short burst) di 35W (sesuaikan dengan kemampuan cooling & preferensi masing-masing)

Ada beberapa opsi lain yang mungkin mau dicoba, antara lain:
Speed Shift EPP, opsi ini mengatur seberapa agresif si CPU untuk menaikkan clock nya, atas respon dari load yang meningkat
Scale 0-255, yang dimana 0 untuk lebih menyukai clock tertinggi (panas, boros, lebih kencang), dan 255 untuk lebih menyukai clock terendah (adem, hemat, lebih lemot).
PROCHOT OFFSET, menu nya berada di tab options, ini mengatur seberapa tinggi limit suhu CPU core yang diperbolehkan. Jika suhu prochot telah dicapai, maka speed cpu akan turun.
TS Bench, ini adalah built-in cpu benchmark.
Profile, ini bisa set konfigurasi tergantung kondisi, misalnya konfigurasi A untuk on battery, dan B untuk kondisi colok charger.

Untuk hasil benchmark before & after bisa lihat di gambar.
Dan throttlestop full guide bisa dilihat disini: https://www.ultrabookreview.com/31385-the-throttlestop…/

2. TPFanControl (custom fan curve)

Fungsi aplikasi ini cukup simpel, tugas dia untuk mengatur seberapa kencang si kipas pendingin harus berputar tergantung panas cpu nya

Karena saya rasa konfigurasi bawaan kipas pendingin terlalu ‘malas’, karena kipas baru berjalan di suhu 60 derajat, akhirnya saya pakai app ini untuk “mem-bypass” power manager bawaan, dan set suhu start nya di 52 derajat.

Untuk full guide nya bisa dilihat di file tpfancontrol.ini, dan disini: https://thinkwiki.de/TPFanControl

Mungkin segitu aja ya tutor singkat saya🤔
Untuk cara lain saya rasa bisa ditemukan di temukan di diskusi lain karena memang sifatnya umum, seperti background services, thermal paste, pembersihan cooling fan, dan sebagainya

link download https://www.techpowerup.com/download/techpowerup-throttlestop/
FIVR control, offset voltage masing-masing bisa dilihat di tab kanan atas.
skor Cinebench R23 dengan konfigurasi bawaan pabrik, 2927 pts
PL1 15W, PL2 44W 28s, offset voltage 0mv (default), power plan: better performance
Cinebench R23 dengan sedikit tweak, 4076 pts, peningkatan performa hampir 40%!
PL1 28w, PL2 36w 16s, offset CPU -101.6mv, GPU -90.8mv, power plan: better performance
TPfan Control
https://thinkwiki.de/TPFanControl

app yang cukup simpel, dengan preset BIOS (default), smart (file konfigurasi), dan manual (1-7, 64 untuk extreme speed, hati-hati!)

Leave a Reply